Category Archives: Life

SEKARANGLAH UNTUK ORANG TUAMU

20150525-211826.jpg

Dini hari berita duka datang merayap.
Seorang sahabat telah kehilangan bapaknya. Beliau kembali ke pelukan Sang Cinta setelah berproses dengan kanker yang bersarang.

Tak ada banyak kata yang mampu terucap. Semua menjadi tercekat. Peristiwa hampir 3 tahun lalu itu kembali berputar dan terulang. Aku tau bagaimana rasa itu. Aku tau sejauh apapun kita mempersiapkan diri, tetap saja tak mampu menepis rasa duka dan perihnya kehilangan.

Akhirnya hanya kalimat ini yang meluncur: “Ya, yang terbaik sudah diberikan keluarga. Kini tempat terbaik sudah menanti bapak”. Hmmm….aku tau kalimat inipun tak cukup menghibur dan mengurangi duka saat ini.

Bagi seorang anak, tak akan pernah kita merasa cukup waktu untuk memberikan kebahagiaan dan kebanggaan maksimal kepada kedua orang tua kita. Sebagai seseorang yang pernah merasa depresi karena kehilangan seorang bapak, aku hanya bisa berkata bahwa, selagi kita memiliki waktu – pergunakanlah itu sebaik mungkin untuk mengekspresikan kasih kita untuk orang-orang di sekeliling kita – terurama orang tua kita.

Dan aku bersyukur pernah diberi Tuhan kesempatan untuk itu sebelum bapakku benar-benar pergi dari hidupku untuk selamanya.

Aku percaya, bahwa sahabatku dan keluarganyapun sama. Telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merawat dengan obat doa dan kasih, meski sisa waktu yang ada tak sampai sebulan lamanya. Lalu, bagaimana denganmu, teman? Jika kamu merasa belum, lakukanlah sekarang.

Jangan menunggu. Jangan menunda. Karena penundaan itu bisa memberimu rasa penyesalan nantinya.

[25 Mei 2015]

Rasa kehilangan dan duka mendalamku untuk keluarga Bpk. Leonardus. Selamat jalan, pak. Kesembuhan abadi menyambutmu.


MADIUN, 17 DESEMBER 2014

20141230-004906.jpg

Dear You Two,

Hingga hari ini aku masih merasakan luka yang perih karena aku harus kehilangan harapan dan cintaku. Hingga hari ini aku masih dipenuhi oleh amarah dan rasa iri akan kebahagiaan kalian. Sampai beberapa menit lalu aku selesai nonton eat pray love yang diputar di tv cable. Aku tertegun di atas kasur. Aku menahan sesak di dadaku. Aku cuman mampu memandang hamparan hijau dari balik kaca jendela kamar hotelku. Hanya dengan begitu aku mampu mengalihkan air mata yang akan tumpah.

Sampai akhirnya aku membuka facebook, mengaduknya, lalu menemukan catatan-catatan kecilku 5 tahun yang lalu. Catatan di tahun 2009 ketika aku menemukan cinta 🙂

Hanya ada 2 pilihan saat ini di hidupku. Tetap menyimpan sakitku dalam perjalananku, atau memilih untuk berdamai, memaafkan diri sendiri lalu menyembuhkannya. Aku tidak tahu bagaimana caranya, menghilangkan semua sakit, ketakutan dan trauma ini. Tapi aku akan tetap berjalan.

Dear you two, akupun memutuskan untuk berdamai. Cukup panjang waktu dan proses yang kulalui. Dan akupun tidak tahu kapan ini akan berakhir. Namun aku harus menyampaikan maaf buat kalian berdua, karena selalu ada doa yang tidak baik dalam lantunan harapanku untuk kalian berdua.

Ya. Cinta memang tidak pernah salah memilih. Meskipun konsekuensi dari semua itu adalah mungkin ada yang merasa sakit.

Hari ini, perjalanan penyembuhan itu aku mulai. Aku minta maaf untuk semua perbuatan tidak menyenangkan yang kalian terima. Aku minta maaf untuk semua doa tidak baik yang aku kirim untuk kalian. Aku minta maaf karena ada yang sempat merasa tidak kuhargai dan tidak kuperlakukan dengan baik.

Aku menerima bahwa semua orang datang dalam hidupku ini untuk mengajarkan sesuatu buat aku. Dan kalian berdua adalah guru untukku. Hari ini aku melihat postingan seorang teman yang lagi mendengarkan lagu Rapuh punya Padi. Ya. Proses seperti ini bukan hanya milikku.

Aku hanya berharap, di penghujung tahun ini, aku ingin mengakhiri segala hal ga baik yang ada di hidupku. Melangkah dengan kedamaian dan harapan. Dan menyematkan senyum ketika memandang kalian. Aku ingin, sebelum Natal menjemputku, aku telah bersihkan hati dan pikiranku dari segala amarah.

Lepas dari semuanya, aku merasa bahagia ketika orang yang kucintai bahagia. Yang harus kuhilangkan hanyalah perih dan dendam yang datang bersamaan.