KEVYN: ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENUNJANG KARIER KITA

kevin quote1Selama ini, entrepreneurship  dipahami oleh orang-orang sebagai cara mendirikan dan mengelola bisnis sendiri. Bahkan sudah terbukti, entreprenurship ini mampu menjawab kebutuhan kita, khususnya para karyawan untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih dan waktu berkualitas untuk hidupnya.

Tidak banyak yang tahu bila entrepreneurship-pun dapat diterapkan dalam dunia kerja profesional.  Inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci yang berguna untuk pengembangan departemen di mana karyawan bekerja.

 

Setelah mengenyam pendidikan di Magister Manajemen Universitas Ciputra (MM UC), Kevyn Hadianto (27) mendapatkan pencerahan yang mengubah pola pikir dan juga rencana hidup di masa depan. Sarjana Teknik Sipil ini menyadari, bahwa memiliki pola pikir seorang pemilik bisnis dapat banyak membantu seorang karyawan untuk memahami tantangan perusahaan secara utuh.

Dalam sebuah kesempatan bincang santai dengan tim MM UC, pria yang sehari-harinya bekerja di Departemen Contract & Procurement Citraland Surabaya ini, bercerita tentang proses perubahan pola pikir yang dialami selama menjalani perkuliahan. Berikut ini petikan wawancara dengan Kevyn.

 

Mengapa memilih kuliah di MM UC, padahal saat itu masih baru berdiri?

Awalnya, saya mengikuti trial class di MM UC dan mendapatkan banyak hal yang menarik di sana, salah satunya adalah entrepreneurship. Dari situ saya menyadari,  bahwa entrepreneurship ternyata tidak hanya untuk mereka yang ingin menjalankan bisnis sendiri tetapi juga bisa diterapkan dalam pekerjaan. Selain itu, ada teman-teman kantor yang gabung juga. Itu yang membuat saya jadi makin nyaman untuk ambil kuliah di MM UC.

Bagi lulusan non manajemen seperti saya, tidak ada kesulitan yang berarti untuk mengikuti perkuliahan di MM UC  karena mayoritas mata kuliahnya aplikatif dan tidak terlalu teoritis.

 

Sejauh mana mata kuliah di S2 UC berdampak terhadap pekerjaan saat ini, apakah ada inovasi yang aplikatif di pekerjaan?

Dulu, saya kuliah sekelas dengan mantan manager saya. Bersama beliau, kami berdiskusi untuk menghadapi tantangan pekerjaan departemen kami dengan menggunakan teknologi. Sebelumnya, kami banyak menghadapi masalah dalam serah terima rumah karena keterlambatan penyelesaian bangunan. Akar  permasalahan ada pada kontrol yang lemah pada waktu proses pembangunan rumah. Seringkali kami baru tau saat survey lapangan dan mendapati bangunan belum selesai sesuai deadline.

Untuk menjawab tantangan ini, kami menggunakan software untuk mengontrol pembangunan rumah mulai dari bahan baku yang dibutuhkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan sampai penyelesaian bangunan. Dengan cara ini, departemen kami bisa meminimalisasi keluhan pelanggan akibat serah terima yang terlambat.

Selain itu, skill membuat business plan, membuat saya mulai belajar untuk melihat permasalahan bisnis dalam sebuah gambaran yang lebih besar, yaitu dari cara berpikir pemilik bisnisnya. Hal ini tentunya sangat berguna untuk diterapkan dalam bisnis yang saat ini sedang saya rintis bersama dengan calon istri.

 

Apa kelebihan S2 UC dibandingkan dengan program serupa di kampus lain?

Yang cukup menarik, waktu para mahasiswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan bisnis mereka, baik bisnis sendiri atau bidang usaha tempat dia bekerja. Nama mata kuliahnya Business Partnership. Ini sangat berguna karena akhirnya kami jadi tahu bisnis apa aja yang dikelola oleh teman-teman yang siapa tahu justru malah bisa menjadi mitra usaha untuk ke depannya. Melalui mata kuliah ini, kami belajar menjalin dan membangun networking,  baik untuk perusahaan tempat bekerja maupun usaha sendiri di kemudian hari.

Kunjungan industri yang dilakukan juga cukup bermanfaat dalam mata kuliah Real Business Solution. Tidak hanya datang dan lihat-lihat saja, tetapi belajar memahami permasalahan yang dihadapi pemilik dan memberikan solusinya.

 

Apa hal yang berkesan selama menjalani perkuliahan?

Tentunya saat mengerjakan tesis. Karena kesibukan kerja dan kuliah, membuat saya harus pro aktif untuk mengerjakan tesis juga bimbingan dengan dosen. Salah satu dosen pembimbing saya cukup sibuk dan sering keluar kota.  Jadi setiap ketemu, diskusi kami harus efektif. Beliau banyak menolong dalam memberikan konsep-konsep untuk diterapkan di tesis. Sedangkan, untuk pengembangannya saya cukup terbantu dengan dosen pembimbing yang lain, yaitu Bu Utami.

Kesibukan mengerjakan tesis membuat saya hampir lupa mendaftar wisuda dan terancam mengikuti periode wisuda tahun depannya lagi. Tetapi, berkat usaha yang gigih dan memanfaatkan networking dengan salah satu teman kuliah, dosen Visual Communication Design di UC yang juga adalah salah satu panitia wisuda, saya bisa mengikuti wisuda. Rasanya lega sekali bahwa saya tidak kehilangan momen penting ini.

 

Untitled-1

Apakah ada saran dan masukkan untuk pengembangan S2 UC di masa depan?

Sebaiknya, mata kuliah untuk Finance Management ditambah, khus
usnya yang berkaitan dengan saham. Menurut saya hal ini penting bagi para pebisnis selain menguasai business plan dan marketing , tetapi juga tahu bagaimana berinvestasi dengan cara yang tepat.

 

Kevyn Hadianto telah membuktikan bahwa perlunya mempelajari entrepreneurship tidak hanya berlaku bagi seorang pengusaha atau pebisnis. Entrepreneurship dapat menunjang peningkatan karier kita sebagai seorang karyawan dan profesionalis. Entrepreneurship membantu kita untuk mengembangkan passion kita demi meningkatkan kehidupan kita.

 

About sendangsiena

Talking talking it's not just talk View all posts by sendangsiena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: