SEPEDA TUA

Bagaimana lagi aku harus berpikir, berkata-kata dan berolah rasa? Semua terjadi sedemikian cepatnya, secepat aku menarik nafas.

Entahlah. Aku hanya merasa bahwa inilah yang terbaik saat ini. Beradu kuat dengan keadaan terkadang aku cukup kelelahan. Tak ada lagi tempat untukku berlari, selain bertelut di bawah kakiMu.

Inilah sebuah pelajaran berharga dalam hidupku. Aku benar-benar harus bersabar dengan hati yang terluka, seolah ekspresinya adalah ejekan buatku. Tidak…tidak….bukan aku ingin membatasi kebebasan berekspresi, aku hanya berharap jika ada sedikit ruang untuk menghargai sakit yang kurasakan. Berkenankah sejenak saja kendalikan euforia?

Tapi apalah lagi hakku untuk menuntut itu? Bukankah seorang filsuf berkata, jika ingin dunia berubah maka aku yang harus terlebih dahulu berubah?

Tak hentinya aku berpikir, masa yang telah terenda sekian lama hanya sekejab saja hanyut oleh banjir kecil. Entah kebodohanku atau bagaimana. Hanya saja, saat ini aku berusaha memahami lalu menerima. Bahwa segala ini terjadi atas ijinNya.

Bagaimana dengan esok atau lusa? Entahlah. Memikirkannya saja sudah membuatku jengah. Biar. Biarkan Sang Empunyaku saja yang berkehendak.

Kini aku tak lagi punya rencana. Aku tidak pantas Engkau datang padaku. Bersabdalah ya, Engkau…aku akan mendengarkanMu.

20130708-132336.jpg

About sendangsiena

Talking talking it's not just talk View all posts by sendangsiena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: