TKI – TANGIS DAN DARAHMU

Sungguh miris sekali membaca, melihat dan mendengarkan berita mengenai siksa yang dialami oleh para TKW/ TKI dari Indonesia. Yang beruntung akan tetap hidup. Namun yang tidak beruntung akan mati. Demi tetap dapat makan dan minum, mereka mempertaruhkan nyawa menyeberang samudera.

Post Kota mencatat bahwa saat ini lebih dari 290 orang TKI yang mengalami masalah di Arab Saudi. Dan sekali lagi, sekian janji diluncurkan dari mulut penguasa bahwa kejadian demi kejadian akan diselesaikan. Sangat ironis memang. Demi mempertahankan hidup, para TKI ini rela mempertaruhkan hidupnya. Jika dalam perjanjian telah ada jaminan asuransi atas keselamatan mereka, lalu mengapa masih banyak permasalahan yang belum ditangani? Lalu mengapa masih saja siksaan demi siksaan yang tidak berperikemanusiaan masih tetap berlangsung sampai sekarang? Apakah pantas perlakuan seperti itu diberikan untuk para pahlawan devisa? (baca: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/11/18/sby-diminta-hentikan-pengiriman-tki-ke-arab-saudi)

Di Twitter saat ini sedang ramai “demonstrasi” supaya menghentikan pengiriman TKI. Jika mengikuti emosi dan ego kebangsaanku, aku sangat sepakat supaya pengiriman dihentikan. Namun kembali kita bertanya, lalu apakah kita mampu menyediakan kesempatan pengganti? Karena kenyataan bicara, tidak mudah untuk mencari pekerjaan di Indonesia, sekalipun pekerjaan itu sebagai seorang buruh. Sangat sulit. (*mendadak teringat janji SBY untuk membuka lapangan kerja bagi warga Indonesia. Bagaimana evaluasinya yah?). Dan yang menarik adalah Timeline seorang teman di Surabaya. Dia mempertanyakan mana suara FPI saat ada TKI yang meninggal dan dianiaya. Ketika Ariel dibebaskan saja FPI sudah langsung rame. Lalu mana Farhat Abbas saat ini terjadi? Tidakkah hatinya tersentuh juga, sama tersentuhnya dengan saat kasus video porno Ariel?

Jika memang peluang pengganti tidak ada, aku pikir satu-satunya filter adalah dengan melakukan assessment ketat pada para penerima jasa TKI. Jika TKI telah dilindungi hukum dan asuransi sejak dia berangkat hingga dia kembali pulang ke tempat asalnya saja tidak mampu menciutkan nyali para majikan itu – lalu apa lagi yang bisa menghentikan tindak kekerasan pada TKI? Toh aku juga tidak yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang takut pada hukum Tuhan. Meski kenyataannya adalah para TKI bekerja di negara yang notabene merupakan negara dengan hukum agama terkuat.

Setidaknya, lihatlah para TKI itu sebagai manusia. Setidaknya, lihatlah TKI itu sebagai ciptaan Tuhan. Kalau pada tahap ini saja tidak dapat dipenuhi, aku berani bertaruh bahwa pada hukum negara mereka takkan jera.

Apalagi jika nanti peraturan pengiriman TKI diperketat dengan contoh syarat, misal :

  1. Pak Presiden usul memberi HP ke setiap TKI yang berangkat, dengan tujuan agar mereka dapat cepat melapor apabila sesuatu tidak dikehendaki terjadi pada diri mereka. (http://id.news.yahoo.com/antr/20101119/tpl-presiden-ingin-tki-dibekali-telepon-cc08abe.html). Dan mari kita berharap HP itu tidak disita oleh majikan. Atau juga mari kita berdoa supaya majikan tidak terbawa emosi kemarahan yang mendalam dengan merampas HP itu dan melemparnya kembali ke kepala TKI.
  2. Pak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengatakan bahwa TKI yang akan berangkat harus benar-benar memiliki ketahanan yang baik. Kalau tidak, maka jangan berangkat. (Go Show di RCTI, 20 Nov 2010).
  3. Pak Ketua DPR RI mematok syarat supaya TKI tersebut dibekali Surat-surat Legalitas dan Surat-surat sertifikasi keahlian mereka. (Go Show di RCTI, 20 Nov 2010). Bisa disurvey, berapa jumlah TKI teraniyaya yang lulusan S1.

Baiklah. Mari sejenak kita renungkan ketiga usulan yang aku liat, baca dan dengar itu. Apakah benar-benar menjawab masalah kita saat-saat ini? Apalagi dengan membekali telepon genggam, benarkah akan menyelesaikan masalah? Karena peristiwa penganiyayaan yang juga terkadang berujuang pada kematian, sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Temanku pernah menyaksikan sebuah talk show bersama dengan Yusuf Kalla tempo dulu. Dia mengusulkan jalan keluar, silakan buka posko pengaduan di negara-negara penerima jasa pahlawan devisa kita, dengan petugas yang berasal dari negara tersebut. Tujuannya, benar-benar menjamin keselamatan semua korban.

Aku pikir. Hukum di negara manapun akan sama. Mereka semua akan berpihak kepada yang lemah dan yang benar. Semua hukum agama adalah sama. Mereka akan berpihak pada penerapan kasih. Lalu sekarang, bersediakah kita dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini memang telah bersalah. Kita tidak memiliki kemampuan untuk melindungi sesama warga kita yang telah memeras darahnya di negeri orang. Bersediakah kita mengakui kelemahan kita, bahwa memang fokus kita sangat kecil dalam mengurangi penerapan kekerasan pada TKI. Dan, bersediakah kita mengakui, mengevaluasi dan lebih bertindak tegas supaya setiap nyawa dari Pahlawan Devisa Indonesia, menjadi berharga di mata siapa saja dan di mana saja?

 

by : SendangSiena

About sendangsiena

Talking talking it's not just talk View all posts by sendangsiena

11 responses to “TKI – TANGIS DAN DARAHMU

  • men999

    udah resiko..
    menurut saya wajar…

    kalau ingin mereka tidak akan disiksa maka sebaiknya pemerintah indonesia harus bikin surat perjanjian kepada sang pengguna TKI,

  • Dini Prathivi

    Bicara soal Indonesia, memang banyak sekali yuang harus dibenahi, dirombak malahan.
    Tapi, sebenarnya tidak ada yang bisa disalahkan, Tidak para TKI (karena mereka juga perlu mendapatkan penghidupan yang layak), tidak juga pemerintah (karena ini adalah kesalahan sistem yang tidak hanya terjadi saat ini saja, tapi juga dari pemerintahan terdahulu, aku rasa pemerintah saat ini pun sudah tak kurang berusaha).

    • sendangsiena

      memang, din…kita sudah berusaha membenahi sebuah sistem. namun perlu diingat bahwa sistem dibuat oleh manusia juga yang hakikatnya demi mendisiplinkan dan membuat semua berjalan on the track….hanya saja, fokus kepedulian kita dan konsentrasi pada penyelewengan sistem ini yang belum berimbang

  • agung

    Yang paling dibutuhkan sekarang adalah seperngkat alat hukum yang jelas sebagai proteksi pengiriman TKW/TKI. Di situ harus ada tata aturan PJTKI dan tata aturan TKI supaya jelas aturan mainnya.
    Sebagai seorang TKI, aq merasa aturan itu hanya dibuat oleh PJTKI ku saja. Karena kebetulan PJTKI ku berurusan dengan United Stated of America secara legal, jadi segala dokumen keberangkatan sangat jelas dan ribet. He3. Bahkan untuk NSEERR d Los Angeles aj aq menunggu 4 bulan. Maklum, ‘new hire’ selalu punya kebingungan tersendiri.
    Kalo pengiriman TKW/TKI distop…aq tidak setuju. Perlu dilihat juga bahwa skill aja berharga jauh lebih mahal di negara tetangga apalagi ‘negara nan jauh di mato’. Makanya banyak orang berlomba untuk bekerja di LN. Semua demi uang alias DEVISA yang menggerakkan perekonomian daerah. Apalagi kalo skil dan pendidikan tinggi… u bisa taksirlah.
    Akhiir komentar, bersihkan keimigrasian Indonesia dan kementrian tenaga kerja direktorat luar negri dari tindakan percaloan. Aduh… banyak yang minta jatah!

    • sendangsiena

      thx, buat komennya, Gung…..memang benar. banyak hal terkait dengan ketidaksempurnaan dalam “maintains” TKI kita. kapan hari itu aku liat berita di TV. kenapa kok Hongkong relatif lebih kecil angka penganiayaan pada TKI? jawabnya adalah karena di Hongkong ada penerapan aturan yang disiplin atas perbuatan yang menyalahi hukum. ya….kita berharap, satu per satu permasalahan ini akan diselesaikan. karena semakin hari semakin bertambah jumlah TKI yang meninggal karena dianiyaya. sudah dianiyaya, dibuang lagi tuh jenasahnya ke tempat sampah.

  • greg

    sebenarnya kalo hanya segi formal dan persoalan di negara tempat TKI tinggal, ada tugas atase hukum kedutaan dan juga kementrian tenaga kerja dan perempuan jika ada persoalan terhadap TKI.. sedangkan yg jarang diekspose adalah persoalan domestik (rumah tangga) TKI yg juga rumit: soal anak mereka, soal suami dan keluarga, soal gegar budaya setelah menerima uang melimpah dari luar negeri.. justru inilah yang perlu juga mendapat perhatian ..

    • sendangsiena

      persoalan domestik TKI memang belum tersentuh, namun kembali hal itu di luar wewenang negara. hanya saja memang segenap permasalahan yang mereka alami, berhak dapat pendampingan dari lembaga2 sosial maupun lembaga2 agama terkait. kembali….pemerintah wajib untuk terlebih dahulu menyelesaikan persoalan bilateral yang berkaitan dengan perlakuan unhumanis yang diterima TKI kita. matur nuwun, frater untuk masukannya.

  • iwan

    tki,,,,, kaulah pahlawan depisa indonesia,,, tki-tki selamat berjuang, semoga apa yang kalian cita-citakan menjadi kenyataan,, semoga kalian mendapatkan majiakn yang mngerti,, bagaimana capenya bekerja untuk mereka,,jaga diri baek”,,,
    bagi pemerintah,,, jangan tinggal diam,,,saja,,, kalau ada korban baru bertindak,,, tp kalau ga ada kbar jarang sekali dengar pemerintah melakukan hal,,, yang terpenting bagi para tki,,,
    bagi tki jg,,, jangan melakukan hal yang tida d senangi majikan,, karna sebenarnyaorang arab baek,,,

    • sendangsiena

      betullll……
      memang, supaya orang tidak tergoda untuk berbuat jahat kepada kita, maka kewajiban kita untuk menjaga sikap dan tutur kata 🙂
      krn setiap org yg dilahirkan ke dunia ini memiliki hakekat yg baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: