Bukan Dunia Socrates

Menenggak sirup melon dingin untuk mendinginkan tenggorokanku….aku jadi teringat obrolan dengan seorang teman sore tadi. Dengan semangat ia menceritakan mengenai melankolisnya Kinabalu. Ia bercerita bagaimana aku pasti akan merasa senang berada di sana. Senang? Senang seperti apa yang dia maksud?

Menikmati sore yang menyajikan pemandangan syahdu. Matahari merambat turun di balik Gunung Kinabalu. Tidak salah. Demikian Kinabalu mampu menjebak romantisme seseorang yang pada tingkat terjauh, ia akan terperangkap dengan melankolis diri sendiri. Tidak salah memang jika ada keengganan untuk beranjak pergi.

Pada akhir bicara ia berkata: “Kawan, duniamu bukan lagi dunia Socrates”.

by : SendangSiena

About sendangsiena

Talking talking it's not just talk View all posts by sendangsiena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: